Citation
Syair Selindung Delima : MS 40322

Material Information

Title:
Syair Selindung Delima : MS 40322
Abbreviated Title:
Poem of Selindung Delima : MS 40322
Creator:
[S.n.] ( Author, Primary )
Lena, Encik ( Calligrapher )
Place of Publication:
Bengkulu, west Sumatra (now Indonesia)
Publisher:
[the copyist/calligrapher]
Publication Date:
Language:
Malay
Materials:
Paper

Subjects

Genre:
Poetry
Poems
poetry ( marcgt )
Spatial Coverage:
Asia -- Indonesia -- Bengkulu -- Bengkulu
Coordinates:
-3.795556 x 102.259167

Notes

Scope and Content:
MS sent by Encik Lena to her common-law husband John Marsden (brother of William). It was sent with letters to John from Encik Lena, which are now part of the Light letters. (Kratz gives these letters in his 2006 article, details below, as SOAS MS 40320/2, no. 77, no. 78, no. 50, no. 58, no. 59, no. 60).
Creation/Production Credits:
Copyist possibly Encik Lena.
Citation/Reference:
Hicks, Sarah. 2006. Syair Selindung Delima: a literary and philological study. PhD thesis, SOAS, University of London.
Citation/Reference:
Kratz, Ulrich. 2006. "Like a fish gasping for water: the letters of a temporary spouse from Bengkulu." Indonesia and the Malay World 34: 247-280.
Citation/Reference:
Ricklefs, M.C, Voorhoeve, P. P. and Gallop, A. T. 2014. Indonesian manuscripts in Great Britain (new ed.). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia and Ecole Francaise d'Extreme-Orient. P. 163.
Citation/Reference:
Marsden, William. 1827. Bibliotheca Marsdeniana philologica et orientalis. London: J.L. Cox. P. 304

Record Information

Source Institution:
SOAS, Univerity of London
Holding Location:
|Archives and Special Collections
Rights Management:
This item is licensed with the Creative Commons Attribution, Non-Commercial License. This license lets others remix, tweak, and build upon this work non-commercially, as long as they credit the author and license their new creations under the identical terms.
Resource Identifier:
MS 40322 ( SOAS Manuscript Number )

Downloads

This item has the following downloads:


Full Text
178

Marsden Collection 12348 40322

Malayan romantic tale






SILINDUNG DALIMA.

[Sha'ir Silindung Dalima.
Romanitc poem. Malay Ms.]




Marsden Collection 12348 40322

Presented by
Mrs. [illegible]
June 1857

Shair Si-Lindong
Delima (undated)


1

Bismillah itu suatu puji
fakir yang hina empunya suji
dikarang oleh orang bestari
itulah sifat yang rohani.


2

Tuan dengarkan suatu cerita
dipatut oleh yatim yang papa
hatinya gundah tidaklah suka
rahim itu penyudahan juga.


3

Barang yang salah tuan benarkan
bebalnya sangat menyalinkan
karena syair yang diberahikan
sebuahlah saya suratkan.

4

Jika ada khilaf dan sesat
jangan apalah saya diupat
memegang kalam cecahkan dawat
mulut membaca tangan menyurat.

5

Dengarkan kisah suatu cerita
bukannya saya berbuat dusta
demikianlah adat kata direka
ada yang salah ada yang kena.

6

Pada asal mula pertama
seorang raja kepada zamannya
Bandar Firus nama negerinya
kerajaannya besar tiada di antaranya.

7

Baginda bemama Dewa Peri
perempuannya bemama Permaisuri
berputra dua seorang laki-laki
timang-timangan petang dan pagi.

8

Dinamai baginda Putra Indera
ialah yang bemama Bangsagara
dipilihkan oleh ayah dan bunda
inang dan pengasuh anak perdana.

9

Disuruhkan mengaji oleh ayahanda
kepada sheikh di Tanjung Pura
tamatlah mengaji Bangsagara
membaca Qur'an kitab sertanya.

10

Yang perempuan bemama Seri Benian
ayah dan bunda sangat kasihan
parasnya elok tiada berlawan
laranglah raja akan jodoan.



11

Seri Benian terlalu manja
barang ke mana dibawa serta
setelah sampai ke Taman Rencana
memetik kuntum kabung kenanga.

12

Selama bermain di Taman Rencana
lalu kembali ke istana
duduk di atas puspa ratna
dihadap siti dayang perwara.

13

Ada kepada suatu hari
berdatang sembah segala menteri
persembahkan kabar ke bawah duli
Garuda akan datang menyerang negeri.

14

Segenap dusun sudahlah alah
orang yang banyak habis berpindah
sekarang apa gerangan titah
patik sekalian adalah susah.

15

Setelah baginda mendengarkan sembah
hati di dal am sangatlah gundah
wama baginda setelah berubah
muka yang pereseh pucatlah sudah.

16

Lalu bertitah raja yang bestari
menyuruh membukakan gedung besi
berbuatkan kuat bersimpan negeri
Bangsagara suruh sembunyi.

17

Baharu sudah kota sebelah
garudalah datang dilihat sudah
alat senjata hadirlah sudah
semuanya berkawal di bawah titah.

18

Baginda bertitah kepada isteri
Sekarang apa bicara diri?
Garuda pun sudah datang kemari
anak kita baik sembunyi.



19

Lalu menyahut permaisuri
Baik sekarang kita sembunyi
kita taruhkan di dal am bangsi
atas istana kita tinggali.'

20

Sudah muafakat laki isteri
anak dua ditaruh di dalam bangsi
Seri Benian di dalam peti
adalah senang rasanya hati.

21

Setelah sudah menaruh anakanda
garuda pun datang ke dalam istana
gemerincing kuku dan paruhnya
titah baginda Apa mulanya?

22

Gemparlah isi pekan dan pasar
masuk ke dalam kampung yang besar
lalu bertanya orang berkawalan
Apakah sebab mulanya gempar?

23

Gemerincing kuku dan paruhnya
besamya bukan semena-mena
datanglah dengan alat senjatanya
segala hulubalang menteri dan penggawa.

24

Berdatang sembah segala menteri
Garudalah masuk ke dalam negeri
ke atas istana tuanku dihampiri
susahlah orang dalam negeri.

25

Sedangnya duduk persembahkan kata
garuda pun masuk ke dalam kota
segala rakyat habislah binasa
baginda pun hilang di atas takhta.

26

Setelah genap tiga hari
behananya tidak lagi berbunyi
Bangsagara di dalam bangsi
ayah dan bunda tiadalah lagi.









Rebound in the British Library
June 1990




Full Text